Allah memberiku Pendamping hidup terbaik,bukan yang kupinta

Pertemuan Diriku dan Dirinya amatlah singkat, Allah mempertemukan Kami melalui sebuah instansi pendidikan. 2009 tahun dimana Allah mulai mempertemukan Kami, Awalnya aku tidak memiliki firasat dan mungkin Ia juga tidak memiliki firasat bahwa Kami akan hidup bersama. Pertemanan Kami pun hanya sebatas rekan kerja dan tidak terlalu dekat, apalagi ruang kantor ku dan ruangannya berjauhan. Aku terkadang hanya bertemunya saat jam pulang kantor, dimana ia akan melewati tempat kerjaku, tidak ada yang special ketika ia melewati tempat kerjaku, tidak ada perasaan mendalam ketika melihatnya, biasa saja seperti rekan kerja yang lainnya. Pada saat itu hatiku sudah memiliki pilihan, itulah sebabnya diriku biasa saja dengan seluruh wanita yang kukenal. Ku akui banyak yang menyukai Ia, baik diluar maupun dikantor ku sendiri, tapi tidak dengan ku, saat itu aku tidak menjatuhkan pilihan yang lain, selain pilihan yang kuiingin. Saat itu aku menjatuhkan pilihanku pada teman sewaktu aku duduk dibangku SMP, hingga ia mulai melanjutkan kuliah dikota malang, aku sempat berpacaran dengannya, walau jarak jauh tapi aku tetap setia, hingga pada akhirnya kami mengakhiri hubungan kami, tetapi aku tetap menunggunya dan yakin suatu hari nanti dia akan kembali. Apa yang kupikir tidaklah semanis kejadiannya, sepertinya ia benar-benar tidak mengharapkan bersamaku lagi dimasa depan. Perasaan dan hati ini sungguh sakit, saat seperti ini hanya Allah tempat mengadu dan meminta, dalam doa aku selalu meminta tetap mantanku sebagai pendampingku, pagi,siang,malam dan tengah malam aku berdoa, tetapi belum juga dikabulkan. Hingga pada suatu hari selepas sholat jum'at Aku kembali memohon kepada Allah untuk pintaku, maka kuawali doaku dengan sholawat untuk Nabi dan doa kedua orang tuaku, setelah itu akupun meminta dalam doaku, dan doaku sungguh berbeda dari biasanya, ketika aku akan meminta mantanku untuk jadi pendampingku, justru fikiranku memaksaku meminta dia rekan kerjaku, teringat dia rekan kerjaku dalam doaku, akupun jadi bingung dan berkata yang tak pantas pada Allah Tuhan Semesta Alam, Tidak mungkin ya Allah, aku tidak akan mungkin bersamanya, itu sangat amat mustahil, karena aku tau rekan kerjaku memiliki pasangan dan mungkin akan menikah, dan aku sempat tertawa dalam doa dan terus berkata mustahil. 2 bulan dari aku berdoa tepatnya november 2010, dimalam hari saat aku sedang online tengah malam, aku melihat rekan kerjaku sedang online di YM, aku tegur dia dan bertanya mengapa belum tidur ?, dia menjawab tidak bisa tidur dan bercerita panjang, dan pada akhirnya ia bercerita bahwa hubungan dia dengan pasangannya telah berakhir, ketika dia berkata seperti itu entah mengapa hatiku bedebar, tidak seperti biasanya, tetapi tetap kulanjutkan chat ku dan memberi masukan agar dia bisa kembali dengan pasangannya, tetapi ia berkata tidak bisa dan tidak mau, sudah sering seperti ini dan akhirnya memang harus berpisah, aku pun hanya bisa berkata , ya sudah mungkin ini yang terbaik, dan tepat jam 2 malam kami mengakhiri chat kami. Keesokan harinya aku berfikir tentang rekan kerjaku, kenapa ia mau menceritakan pribadinya, padahal itu tidak pernah terjadi selama kami berkenalan, sejak saat itu aku selalu memikirkannya, dan aku berusaha mengenalnya lebih jauh, dan iapun menyambut dengan baik, tepat awal bulan januari 2011 akupun memiliki hubungan special dengan rekan kerjaku, dan pada tanggal 3 maret 2012 Allah menjadikan Kami suami dan istri yang syah baik secara agama islam dan hukum negara indonesia. Saat ketika aku telah menjadi suami dari rekan kerjaku aku menangis dan memohon ampun kepada Allah, aku teringat doaku yang bisa dikata meremehkan Allah sebagai Tuhan, dan berkata mustahil dalam doa, dan Allah memberiku pelajaran berharga dalam hidup, Tidak ada yang mustahil / tidak mungkin terjadi, jika Allah berkata terjadilah, maka itu pasti terjadi dan tidak ada satu makhluk pun dapat merubahnya. Perjalanan baruku sebagai suami dan rekan kerjaku sebagai istri tambah lengkap, dengan hadirnya titipan Allah seorang anak yang lucu,cerdas,pintar dan cantik,serta berbakti pada tanggal 21 November 2012. Allah memberiku Pendamping hidup terbaik, bukan yang kupinta.
Tulisan ini kupersembahkan untuk istriku tercinta " Winda Dian Retnaning Utami Yacob " dan untuk putri tercinta Kami " Malika Najla Raniah Armawan " ,
Allah selalu bersama kita, berdoalah dan InsyaAllah - Allah mengabulkannya.



No comments

Powered by Blogger.